Suamiku

Suamiku…
Malam ini begitu dingin merasuk kalbuku
Menebar hembusan sunyi dalam kerinduan
Aku Mengingat binar cinta yang tulus dari wajah indahmu
Dan kini angin berjelaga dalam kalbuku
membiaskan segala lamunanku tentangmu
Akankah kau tau itu?

Di sini, di setiap sudut jiwaku
Aku masih setia menantimu dengan doa yang terus kupanjatkan
Menyampaikan rindu yang semakin menggebu
Hingga tak mampu kutepis lagi dalam anganku
Cepatlah kembali ke dalam pelukanku
Biar kunikmati lembutnya kasih sayang dan belaianmu
Aku masih di sini, untuk setia …

~For my beloved husban~

Aku Bukanlah siapa-siapa

Cukup sudah…!! jika apa yang kuungkapkan hanya membuatĀ  tidak merasa nyaman. Siapakah aku ini?!, ketika perasaan tersentuh amarah yang aku sendiri belum bisa menghalaunya,
apa yang bisa kulakukan selain kuungkapkan apa yang di benak ku?
Meringis rasanya diri ini, ketika apa yang kulakukan nampak tidak berarti apa-apa untuk orang lain.

Bukan… bukan karena aku menganggap diri ini benar,
tidak pula aku merasa baik, apalagi merasa sempurnaan.
Semua itu jauh dari diriku.
Aku tak punya hati selembut sutra,
Aku tak memiliki ilmu intelektual,
Akupun bukanlah wanita cantik yang bisa dipuja banyak orang.
Aku hanyalah manusia biasa, berusaha untuk tetap menjaga kesederhanaanku.
Walaupun tanpa kumeminta,
Kalian sudah sangat tau bahwa aku hanyalah wanita sederhana.

Jika kesederhanaanku selama ini semakin membuat resah kalian, tak apa…
Perlahan aku akan menghilang dari pandangan kalian, agar kalian nyaman tanpa perlu melihatku lagi

Aku Tertawa

Apakah.. aku terlalu dungu Hingga riakpun mampu kau kendalikan

Apakah.. aku tak berharga Hingga kau menghanyutkanku dalam lamunan jelaga

Apakah.. aku buta Hingga kau mampu melewatiku dengan duri yang menganga

Apakah.. Aku begitu tuli hingga bisikanmmu tak lagi terdengar,

lebih hening dari suara nafas melantunkan getaran ombak,

yang mampu memberikan ombak sekecil dan sebesar apapun kau mau

Namun kau harus tau… aku tidaklah sehina yang kau tau

aku tidak sekecil yang kau tau

Kali ini… kamu salah Kali ini… aku yang menertawakanmu kali ini…

aku berpijak pada kakiku untuk membentang dinding baja agar kau tak mampu merasuk hina ke dalam hatiku

Muak

Jika dapat kusampaikan dengan lantang
aku ingin mengatakannya kepadamu…

cukup sudah dengan semua kepura-puraanmu
cukup sudah dengan segala permainan katamu
cukup sudah dengan tingkah gemulaimu
cukup sudah kau mainkan matamu
cukup sudah dengan segala kepalsuanmu
ah… aku muak

mengapa selalu kau pandang dia?
mengapa selalu kau elu-elukan dia?
mengapa kau begitu baik padanya?
sampai kaupun tak memahami perasaanku?

Jikalah keindahan hanya dari mata
kemanakah larinya hati?
hati bersih yang begitu jujur
hati tulus yang berkata
hati yang tak pernah berpura-pura

Jagalah hatimu kawan :)

A N G I N

Kini… aku memandangimu, memandangi dalam matamu

ada yang tersirat dalam tatapan itu, namun tak dapat tersuratkan

semilir angin di malam ini, menghantarkanku akan sebuah rasa

dingin… yang kian menusuk ke dalam tulangku, dan menembus kedalaman jantungku.

semakin ku meratapnya, rasa itu semakin membuatku berdebar

dan bila kututup mataku, aku ingin berlari mengerjarnya

memelukmu, dan kusandarkan ragaku di dadamu

 

wahai angin, akankah kau sampaikan rasa ini?

dapatkan kau mengisi hatiku malam ini?

angin, sampaikan rasa rinduku

walau ku tau, kau tak pernah tau

K E T I K A

Ketika Mimpi itu kembali mengusik lelap tidurku

Ketika pula rasa itu makin menyeruak ke dalam kalbuku

Ketika asa kembali menyergap jiwaku

Ketika mulut tak lagi berucap apa-apa dan Tanya tak lepas dari benakku

mengapa?

 

Ketika Rasa yang suci, lembut bagaikan sutra

mampu tergores oleh sayatan2 yg mematikan

Ketika kakipun tak mampu melangkah lagi…

bagai tak ada celah yg mampu membuatnya berjalan

 

Ketika hidup tak lagi memiliki kekuatan

Ketika jiwa tak lagi memiliki ruh nya

Ketika sentuhan tak lagi terasa getarannya

Ketika kecupan tak lagi mampu membuatnya berhasrat

Ahhh…. semua itu terasa sangat membosankan

 

Ketika kepedulian sudah sangat menipis

Ketika jiwa tak lagi dirindukan

Ketika hampa terus menyelimuti

Ketika cinta mulai dipertanyakan kesuciannya

Kemanakah perginya cinta?

 

Ketika tanya kembali dipertanyakan

Ketika Pashrah menjadi jalan untuk membuatnya bertahan

tetap mengayuh tanpa arah, dan

Ketika kembali pada cinta suci itu

Maka Tanya tak perlu dipertanyakan lagi

 

K E T I K A

Cinta yang benar-benar ada

jika darahku mendesirkan gelombang

yang tertangkap oleh darahmu

dan engkau beriak karenanya.

Darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda,

namun berpadu dalam badai yang sama

yang telah mengutarakan segala embun sejukku…

hanyalah satu dalam keabadianku…

bahwa kau adalah embun sejuk itu…

memeluk dengan kecupan setiap embun itu…

datanglah sayangku….

lihat segala kaki kecil kita…

menerpa keinginan menggapai semua angan sayang…

sebuah kejanjian untuk selalu menerpamu dalam sayang…

sayang, ku mengucapkan sedalam-dalamnya hanya untuk sayang…

ku berharap nyanyian harpa kita selalu…

abadi abadi dan tetaplah abadi…

ku bersujud dalam doa biola asmara ku…

agar selalu abadi abadi dan tetaplah abadi….

dalam cinta…

dalam kasih…

dalam untaian cinta…

selalu slamanya…

cinta…

Sampaikanlah salam cinta, sayang, dan rinduku kepadanya

Sungguh Aku Sangat mencintaimu karena Allah Swt

Bintang Lama

Bintang Lama

Kau hadir dalam mimpi di kenyamanan tidurku

membersitkan nyata indah dulu

seolah ingin kembali nan merinduku

Jiwa yang kuat, raga yang bersemangat

Tak sedikit mata tertuju padanya,

dan mengharap kelembutannya

Entah apa yang menjadi sebabnya

tanyapun tlah tertepis oleh kekaguman

Hmmm…. indah… indah…

Membuat alam sadarku semakin bergejolak mengingatmu

Doa yang tulus menyertaimu

Tetaplah dirimu, dirimu

Tenanglah Kau di alam sana

P R O S E S I

Senantiasa aku harus menghadapi,

kejadian setiap detik yang berbeda

Pada pagi yang cerah terdapat kemendungan

Sore dan malam hujan lebat

Penantianku akan kehadiran manusia baru

Adalah asal usul kejadian manusia

dimana ada kedatangan ada kepergian

Ada permulaan, pasti ada akhirnya

Kenyataan ini bukan mimpi, Keyataan ini bukan dongeng

Kenyataan ini harus dihadapi

Akankah kita kembali dan berakhir pada tempat yag kita dambakan?

Hanya berpikir, berucap, dan berperilaku menentukan

(from my Lovely husban< menunggu kelahiran putri pertama kami di tahun 2003)


Ketika Masa Indah itu Hilang

Aku merindukannya, merindukan saat2 dimana aku seharusnya berada di sampingnya, merindukan tiap kali pertumbuhannya, saat dia mulai mengucap sepatah kata dan berlaku menggemaskan. Namun sayang, semua di luar kehendakku. saat dimana teryata jarak jua lah yang telah memisahkan kami, hingga kurun waktu yang cukup lama bagiku.

Sebagian orang berkata padaku, “ah biasa”… tapi tidak menurutku. mereka tak pantas berkata seperti itu karena akulah yang merasakan kehilangan dan kesedihan itu serta betapa pedihnya kehilangan saat2 indah itu. hingga kini, menjelang 7 tahun usianya, aku melewatkan 2 tahun tanpanya.

2 tahun tanpa aku tau setiap detik perkembangannya. dan ternyata 2 tahun itu banyak sekali menyimpan memori2 yang sulit aku copas ke dalam memoriku, aku mencoba meng up grade setiap momentnya, ternyata… “ahh” aku sama sekali tak tau harus berkata apa.

aku hanya merindukan saat yang hilang itu, saat yang tak mungkin kukembalikan dengan jentikkan jari atau memutarnya dengan tombol remote. Aku merasakan kesedihan itu, namun tak bisa ku ungkapkan. Aku yang merindukanmu ketika saat indah itu hilang….

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.